Skip to main content

Featured

CIA tahu serangan balasan Ukraina akan gagal – Seymour Hersh

Optimisme Presiden Zelensky adalah semua bohong, "bulls**t" yang dirancang untuk membodohi Gedung Putih, kata seorang pejabat intelijen kepada Hersh CIA memperingatkan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken bahwa serangan balasan Ukraina yang sedang berlangsung terhadap pasukan Rusia akan gagal, dan bahwa Kiev " tidak akan memenangkan perang ," lapor jurnalis Amerika Seymour Hersh pada hari Kamis. Blinken “ telah mengetahui bahwa Amerika Serikat – yaitu, sekutu kami Ukraina – tidak akan memenangkan perang ” melawan Rusia, tulis Hersh di blog Substack-nya , mengutip seorang pejabat intelijen AS yang tidak disebutkan namanya. “ Kata itu sampai kepadanya melalui Badan (CIA) bahwa pelanggaran Ukraina tidak akan berhasil ,” lanjut sumber Hersh, tanpa menyebutkan kapan peringatan ini mulai muncul. “ Itu adalah pertunjukan oleh (Presiden Ukraina Volodimir) Zelensky dan ada beberapa orang di pemerintahan yang percaya omong kosongnya, bulls**t. ” Serangan balasan Ukraina dimu...

Kelompok Hacker Pro-Rusia "RaHDit" Menerbitkan Rute Mengenai Kapal yang Digunakan untuk Meluncurkan Drone Laut Menuju Jembatan Kerch, Krimea


Kelompok cybercriminal asal Ukraina sekaligus komunitas hacker pro-Rusia "RaHDit" merilis informasi mengenai rute dari kapal sipil yang digunakan sebagai "kapal induk" drone air (USV) milik Ukraina sebelum nantinya digunakan untuk menghancurkan jembatan Kerch, Krimea.

Dalam investigasinya RaHDit melaporkan bahwa ada dua kapal yang diduga menjadi kapal induk, yaitu kapal tanker "Beks Loyal" dan "Khudayar Yusifzade". Kedua kapal tersebut berbendera Liberia dan Kepulauan Marshall, dan diduga berafiliasi dengan dinas intelijen SBU.

Menurut keterangan, beberapa jam sebelum terjadinya insiden peledakkan, salah satu kapal dilaporkan berlayar ke arah laut hitam beberapa hari, ke arah utara kurang lebih sekitar 100 kilometer dari Novorossiysk. Tanker lainnya kemudian berlayar ke arah selatan sebelum pada akhirnya kedua tanker tersebut bertemu secara bersamaan.

Menanggapi tuduhan tersebut, pemilik dari tanker Beks Loyal mengatakan bahwa kapal tanker mereka "tidak terlibat" dari insiden peledakkan jembatan Kerch dengan menunjukkan data dari Marine Traffic, sebuah software yang digunakan untuk melacak kapal dan jalur pelayaran dengan berbasis sinyal AIS. Pemilik Beks Loyal mengatakan bahwa kapal mereka berjarak sekitar 100-150 mil dari Laut Hitam, jauh dari posisi jembatan Kerch berada.

RaHDit yang mendengar pernyataan tersebut merasa "skeptis". RaHDit kemudian membandingkan citra dari satelit sebelumnya dan spesifikasi dari tipe USV yang digunakan oleh AL Ukraina. Dilaporkan bahwa USV Ukraina memiliki jarak jangkau sekitar 340 mil laut (630 km), dan posisi 100 mil adalah posisi yang cocok untuk meluncurkan USV.

RaHDit kemudian mengasumsi bahwa kapal satunya, Khudayar Yusifzade, juga ikutan berlayar ke arah Krimea bersama Beks Loyal. Kapal tersebut digunakan untuk "mengontrol" drone menuju jembatan Kerch sebelum nantinya kedua Tanker berlayar melarikan diri bersama ke arah selatan.

Berdasarkan data dari Marine Traffic, Khudayar Yusifzade berangkat dari Pelabuhan Izmail (Ukraina) pada tanggal 5 Juli, dan berlabuh ke Elefsis (Yunani) pada tanggal 18 Juli. Sementara untuk Beks Loyal, Tanker tersebut berangkat dari Pelabuhan Tuzla (Istanbul, Turki) pada tanggal 13 Mei, dan berlabuh di Constanta (Rumania) pada 18 Juli.

Sejauh ini belum ada tanggapan resmi dari pihak AFU Ukraina mengenai investigasi yang dilakukan oleh kelompok hacker pro-Rusia tersebut.

Sumber:

Avia Pro

Flashpoint

Teller Report

Comments